Daihatsu Indonesia Masters 2026: Energi Istora, Janji Para Atlet, dan Makna Kebahagiaan Memasuki Tahun Kesembilan
Akhmad Sef


LUDUS - Barangkali setiap awal tahun, dunia bulu tangkis Indonesia menemukan kembali cara untuk merayakan dirinya, sebuah ritual yang tak jauh beda dari orang-orang yang menengok cermin dan mencari alasan untuk tetap percaya bahwa harapan bisa tumbuh dari pukulan raket. Di titik ini, Daihatsu kembali bersiap mendukung gelaran kompetisi bulu tangkis berskala internasional itu, menjadi sponsor utama Daihatsu Indonesia Masters 2026, yang akan dilaksanakan pada 20–25 Januari tahun depan.

Ada nada yang nyaris sentimental ketika Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, menyebut bahwa penyelenggaraan turnamen itu adalah bentuk kerja sama panjang dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). “Sejalan dengan tema besar Daihatsu yaitu Bahagia Sejak Pertama–Karena Kamu Ada, menggambarkan bahwa kami memiliki hubungan emosional dengan dunia bulu tangkis di Indonesia,” ucapnya di Jakarta.
Barangkali itulah sebabnya, dirinya menambahkan bahwa kelanjutan penyelenggaraan rangkaian turnamen ini menandai perjalanan Daihatsu memasuki tahun ke-9 dalam mendukung olahraga bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters sejak 2018 bersama PBSI.

Di tengah dunia yang serba cepat, sembilan tahun bisa terasa seperti langkah kesetiaan yang jarang. “Ini merupakan salah satu turnamen di rangkaian BWF World Tour Super 500 dan siap menghadirkan persaingan sengit antar pebulutangkis kelas dunia dalam membuka momentum awal tahun yang penuh semangat dengan hadiah total sebesar USD 500 ribu,” imbuhnya.
Reputasi turnamen ini memang seperti nyala yang tak habis ditiup angin. Atmosfer kompetisinya yang intens dan dukungan luar biasa dari para penggemar menjadikannya salah satu agenda utama dalam kalender bulu tangkis global. Edisi 2026 kembali mencatat sejarah dengan kedatangan para atlet terbaik dari lebih dari 20 negara, barisan yang membuat Istora selalu tampak seperti sebuah titik pusat gravitasi dunia.

Foto/PBSI
Lebih dari sekadar turnamen, Daihatsu Indonesia Masters telah lama menjelma menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, dan kebanggaan nasional. Setiap tahunnya, Istora menjadi saksi sebuah energi yang tidak bisa diciptakan secara buatan, perpaduan antara teriakan penonton dan ketabahan pemain yang saling menyulut satu sama lain.
Ajang ini tidak hanya menampilkan pertarungan sengit, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis. Sekretaris Jendral PBSI, Ricky Soebagdja, menyampaikan hal itu dengan tepat: Daihatsu Indonesia Masters bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan posisi penting Indonesia di panggung bulu tangkis dunia. Dengan semangat tinggi para penggemar dan dukungan konsisten dari Daihatsu, turnamen ini diyakini menjadi inspirasi bagi para atlet muda dan masyarakat luas untuk terus berprestasi.

Rekam jejak itu tercatat rapi: sejak 2018, para pebulutangkis Indonesia telah menyumbangkan total 10 medali emas. Ada semacam kesinambungan antara tradisi dan harapan, bahwa masa depan tak terlalu murung selama ada yang terus memenangi pertandingan di rumah sendiri.
Dan pada Januari 2026 nanti, Indonesia kembali membuka pintunya. Daihatsu dan PBSI berkolaborasi menggelar turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan. Indonesia Masters tetap menjadi salah satu ajang paling bergengsi di kalender BWF World Tour Super 500, terkenal karena persaingan sengit dan atmosfer bergelora yang membuatnya menjadi “turnamen wajib” bagi para pemain dan penggemar.

Daftar pemain utama Indonesia tetap sama dengan daftar harapan itu sendiri: Jonathan Christie, Anthony Ginting, Alwi Farhan, Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani. Para atlet tersebut memimpin perjuangan mempertahankan kejayaan di kandang sendiri. Menghadapi rival terbaik dunia, Ginting dan kawan-kawan tentu harus optimistis bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah turnamen, melainkan pula penjaga martabat bulu tangkis dunia.
Putri Kusuma Wardani menyuarakan semangat itu. “Saya sangat bersemangat menyambut Daihatsu Indonesia Masters tahun 2026 ini. Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik dan ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji kemampuan,” katanya. Lalu ia menambahkan dengan jujur: “Saya ingin memperbaiki detail permainan, serta tampil lebih percaya diri. Saya berharap bisa menampilkan permainan terbaik dan membawa hasil yang membanggakan.”

Pernyataan seperti itu mengingatkan bahwa dalam olahraga, kemenangan tidak selalu datang dari pukulan yang keras tetapi dari dialog diam antara pemain dan dirinya sendiri: apa yang kurang, apa yang harus diperbaiki, apa yang layak diperjuangkan.
Daihatsu Indonesia Masters selalu punya nuansa budaya. Setiap tahun, Istora menjelma menjadi simbol lain dari kecintaan Indonesia terhadap bulu tangkis. Dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis 27 November 2025 siang, penyelenggara kembali menegaskan bahwa turnamen kelas dunia ini merupakan bagian dari rangkaian seri BWF World Tour Super 500. Total hadiah sebesar USD 500.000 (sekitar Rp8,3 miliar) akan diperebutkan oleh para atlet papan atas dari dua puluh negara, sebuah panggung yang tetap terasa akrab tetapi tetap penuh risiko.

Foto/Joko Dolok
“Hal ini sekaligus menjadi sebuah kehormatan bagi kami, sekaligus menandai perjalanan Daihatsu memasuki tahun ke-9 dalam mendukung olahraga bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters sejak 2018 bersama PBSI,” ujar Sri Agung Handayani.
Ia lalu mengajak: “Mari kita bersama-sama mendukung semangat dan sportivitas para atlet tanah air yang akan berjuang nanti, serta saksikan pertandingan ini secara langsung di Januari 2026 mendatang.” Ia kembali menegaskan hubungan emosional Daihatsu dengan bulu tangkis Indonesia, dan harapan agar turnamen tahun ini bisa menjadi panggung kebanggaan serta pengalaman terbaik bagi para penggemar.

Foto/Joko Dolok
Ricky Soebagdja menambahkan nuansa penting itu. Indonesia, katanya, akan menurunkan kekuatan terbaik. Sektor andalan tetap ganda putra. “Kalau melihat semangat pemain, semoga kami bisa dapat lebih dari satu gelar. Sektor yang jadi andalan tentu ganda putra. Selebihnya, semangat pemain bisa melebihi ekspektasi.”
Baginya, turnamen ini selalu menjadi panggung penting yang mencerminkan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar dunia bulu tangkis. “Daihatsu Indonesia Masters bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi perayaan atas posisi penting Indonesia di panggung bulutangkis dunia. Dengan semangat tinggi para penggemar dan dukungan konsisten dari Daihatsu, kami yakin tahun ini akan menjadi inspirasi bagi atlet muda dan masyarakat luas.”

Dalam momen itu, para pemain hadir, satu per satu memperlihatkan sisi manusianya. Jonathan Christie, Anthony Ginting, Alwi Farhan, Gregoria Mariska Tunjung, dan Putri Kusuma Wardani menyatakan niat mereka mempertahankan kejayaan di kandang sendiri. Ganda putra Muhammad Shohibul Fikri, yang tampil perdana dengan pasangan barunya, Fajar Alfian, menyambut riuh Istora sebagai kekuatan. “Jelas ini bukan pertama kali main di Istora, tapi dengan Fajar akan menjadi debut main di Istora. Kita akan fokus di lapangan, dan keramaian Istora justru jadi semangat,” ujarnya.

Anthony Ginting, di nomor tunggal putra, mengakui perjalanan pemulihannya. “Persiapan khusus seperti biasa. Setelah Prancis Terbuka ada kendala di pinggang, pemulihan ikut treatment physio. Januari dengan ranking yang sudah turun, saya bisa main di Indonesia Masters,” katanya. Dan Putri Kusuma Wardani, kini tunggal putri Indonesia dengan ranking tertinggi, menatap kesempatan itu sebagai utang yang harus ia lunasi: “Ingin juara di Indonesia Masters 2026. Sudah tiga kali runner-up Super 500 dan ingin juara di kandang sendiri.”

Foto/Joko Dolok
Di balik semua pernyataan, kita menemukan sebuah cerita kecil yang sebenarnya sangat manusiawi: bahwa para atlet, para sponsor, para penggemar, semuanya sedang mengejar sesuatu yang disebut kebahagiaan. Daihatsu menamainya Bahagia Sejak Pertama – Karena Kamu Ada.
Dan, kalimat itu, mungkin ini bisa dibaca sebagai pengakuan bahwa kebahagiaan tidak pernah datang sendirian; ia lahir dari hubungan dan perjumpaan. Turnamen, bagi Indonesia, bukan cuma soal siapa menang dan siapa kalah. Ia adalah cara bangsa ini mengingat bahwa kebanggaan tidak harus diucapkan keras-keras, cukup dijalani, dirayakan, dan terus diperjuangkan di lapangan penuh sejarah bernama Istora.

Foto/PBSI
Di sanalah, mungkin nanti, kita mendapati bahwa bulu tangkis bukan sekadar olahraga. Ia adalah cara sebuah bangsa mencari dirinya sendiri.

Harga tiket Daihatsu Indonesia Masters 2026
Selasa, 20 Januari 2026
VIP
- Normal Rp 125 ribu
- Pre-sale Rp 100 ribu.
Regular
- Normal Rp 50 ribu
- Pre-sales Rp 40 ribu.

Foto/PBSI
Rabu, 21 Januari 2026
VIP
- Normal Rp 150 ribu
- Pre-sales Rp 125 ribu.
Regular
- Normal Rp 75 ribu
- Pre-sale Rp 60 ribu.

Kamis, 22 Januari 2026
VIP
- Normal Rp 300 ribu
- Pre-sale Rp 250 ribu.
Regular
- Normal Rp 150 ribu
- Pre-sale Rp 120 ribu.

Foto/PBSI
Jumat, 23 Januari 2026
VIP
- Normal Rp 400 ribu
- Pre-sale Rp 340 ribu.
Regular
- Normal Rp 200 ribu
- Pre-sale Rp 165 ribu.

Foto/Dok.PBSI
Sabtu, 24 Januari 2026
VIP
- Normal Rp 500 ribu
- Pre-sale Rp 425 ribu.
Regular
- Normal Rp 250 ribu
- Pre-sale Rp 210 ribu.

Foto/PBSI
Minggu, 25 Januari 2026
VIP
- Normal Rp 600 ribu
- Pre-sale Rp 550 ribu.
Regular
- Normal Rp 300 ribu
- Pre-sale Rp 250 ribu.

Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga beladiri berkualitas dari sejumlah brand ternama.
Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial).

APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?
MULAI BAGIKAN
Response (0)
Login untuk berkomentar
Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.
No comments yet. Be the first to comment!





