Cikarang Berkelahi Gelar Kampanye Anti-Tawuran lewat Kahf Fight: Box Like a Gentleman
Ilham Sigit Pratama


LUDUS – Komunitas Cikarang Berkelahi menggalakkan kampanye anti-tawuran dan bullying lewat wadah bertarung lintas disiplin bela diri. Event bertajuk Kahf Fight: Box Like a Gentleman diramaikan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, influencer, mantan gangster hingga santri.
Sebanyak 21 partai dipertandingkan di Mall Living World, Tambun, Bekasi Utara pada Sabtu (22/11/2025). Ajang ini melibatkan empat disiplin bela diri, meliputi tinju, kickboxing, taekwondo dan tarung bebas.
Ketua Panitia, Hamzah Basil mengungkapkan ajang ini juga menarik perhatian ratusan fighter di Jabodatabek. Tercatat sebanyak 170 fighter mendaftar pada ajang kelima yang diadakan Cikarang Berkelahi.
Baca juga: Brenx Street Fighter Hadirkan Pertarungan Lebih Brutal Bersama Atlet, Selebriti dan Belasan Gangster
Keterbatasan waktu, Cikarang Berkelahi hanya bisa menghadirkan 21 pertarungan. Alhasil, 170 pendaftar tersebut diseleksi secara daring hingga muncul 42 fighter dari berbagai camp bela diri.
“Itu kurasinya kita seleksi berdasarkan usia juga, bobot berat badan, dan pengalaman bertanding. Terus kita juga minta video shadow box mereka, atau video pertandingan mereka,” kata Hamzah kepada LUDUS.id.

Hamzah Basil, Ketua Pelaksana Kahf Fight: Box Like a Gentleman sekaligus pengurus Cikarang Berkelahi. Foto/Ilham Sigit Pratama/LUDUS.id
Setelah diseleksi, panitia akan mengurutkan petarung berdasarkan pengalaman bertarung, berat badan dan disiplin bela diri. Mereka akan dipasangkan untuk saling berhadapan dengan lawan seimbang.
Kahf Fight musim perdana juga menghadirkan daya tarik tersendiri dari latar belakang peserta. Salah satunya, Aldi yang merupakan anggota XTC, geng motor yang kemudian bertransformasi menjadi organisasi masyarakat (ormas).
Baca juga: Asta Bukan Sekadar Tempat Baku Hantam
Pertarungan Aldi disajikan sebelum memasuki penampilan utama. Adapun pertarungan utama adalah duel antara influencer Bekasi, Farrel Hauzan Muafa menghadapi Martin Kale, pentolan komunitas Cikarang Berkelahi.
Aldi dan Farrel sama-sama bertarung pada disiplin boxing. “Kita memang sewa influencer itu, dan ketemu dengan fighter dari komunitas kita juga,” imbuh Hamzah.

Kahf Fight: Box Like a Gentleman juga mempertandingkan disiplin taekwondo. Foto/Ilham Sigit Pratama/LUDUS.id
Cikarang Berkelahi merupakan komunitas bela diri yang berdiri tahun 2019. Komunitas ini terbentuk berdasarkan keresahan para pengurus akan tingginya angka tawuran di Cibitung, Tambun dan Cikarang.
Mereka rutin berlatih setiap Minggu sore di Ecopark Botanical Garden, Jababeka, Cikarang. Para pengurus menyediakan peralatan berupa sarung tangan tinju dan headguard untuk dipinjamkan kepada anggota selama latihan.
Baca juga: Tigershark Fighting Academy: Dari Sasana Tinju Menjelma Camp MMA
“Jadi kita memang awalnya para pelatih-pelatih di camp, jadi ada dari beberapa pelatih beladiri. Ada dari taekwondo, muaythai, kickboxing, kita gabung, kita bikin suatu komunitas,” ucap Hamzah.
Hamzah menjelaskan, Cikarang Berkelahi menaungi banyak fighter dari berbagai kalangan, dari mulai pelajar, buruh pabrik dan karyawan kantoran. Seringkali mereka bersilaturahmi dengan sesama anggota sepulang kerja dengan masih mengenakan seragam kantor dan kemeja.
Tak peduli tua dan muda, mereka saling melatih kemampuan bela diri. Usia anggota bervariasi dari rentang usia 6 hingga 50 tahun. “Nah tujuan komunitas ini sebagai wadah untuk masyarakat atau orang-orang untuk berlatih beladiri,” lanjut pria asal Bandung ini.
Berawal dari Pertikaian Pelajar hingga Suporter

Pertarungan utama antara influencer, Farrel Hauzan Muafa menghadapi pentolan Cikarang Berkelahi, Martin Kale pada Kahf Fight: Box Like a Gentleman, Sabtu (22/11/2025). Foto/Ilham Sigit Pratama/LUDUS.id
Meskipun terbentuk sejak enam tahun silam, Cikarang Berkelahi baru menggelar event tahun 2022. Menariknya, event perdana justru datang dari siswa antar sekolah yang saling berseteru.
“Jadi ada beberapa anak-anak yang mau tawuran itu datang ke kita. Dia minta difasilitasiin. Akhirnya kita tawarkan, 'gimana pakai aturan boxing'? Jadi kalian pakai perlengkapan, kalian baku hantam satu lawan satu,” kenang Hamzah.
Setelah berkelahi dalam aturan yang telah disepakati akhirnya nggak ada permusuhan dan menjadi persahabatan. “Waktu itu ada dua sekolah, saling baku hantam. Tapi selesainya itu dengan respect,” ujar pria yang bekerja di pabrik roti ini.
Baca juga: LUDUS Store Hadirkan 3 Dobok Baru Fighter Series, Stylish dan Nyaman Digunakan
Seorang santri bernama Dewandaru dari Pondok Pesantren Ma’had Tuhfatul Islam, Parung, Bogor, Jawa Barat, mengaku tertarik dengan event ini. Dia sudah berminat mempelajari tinju secara otodidak sejak SMP, namun belum memiliki wadah yang tepat karena tidak ada ekskul boxing.
Dewandaru kemudian berinisiatif membeli sarung tangan dan samsak untuk digunakannya berlatih selama di pondok. Teknik demi teknik dia dalami lewat konten Tiktok, Instagram dan Youtube di sela-sela waktu jenguk.
“Waktu itu ada dua sekolah, saling baku hantam. Tapi selesainya itu dengan respect,” Hamzah Basil, Komunitas Cikarang Berkelahi.
Sebab selama di pondok pesantren, Dewandaru tidak diizinkan menggunakan telepon pintar. Seiring berjalannya waktu, pengagum Muhammad Ali ini mencari tahu event-event yang bisa diikuti.
“Awalnya orang tua tidak mengizinkan saya buat ikut event kaya gini karena khawatir cedera. Namun saya coba meyakinkan mereka, dan Alhamdulillah pas udah daftar mereka antusias buat mendukung, menyemangati dan mendoakan saya,” tutur Dewandaru.

Dewandaru dan kedua orang tuanya memamerkan medali dan sertifikat pemenang. Foto/Ilham Sigit Pratama/LUDUS.id
Setelah gagal pada seleksi ajang yang dinakhodai influencer kondang, Yoshua Marcellos itu, Dewandaru menemukan jalan lain. Tak disangka, Dewandaru dinyatakan lolos seleksi dan mencatat debut perdana pertarungannya di ajang Kahf Fight musim pertama.
Pada debutnya ini, Dewandaru menghadapi lawan yang berusia sembilan tahun lebih tua darinya. Selain lebih berpengalaman, lawan Dewandaru, yakni Dody Yohanisn juga aktif berlatih di Yin Yang Boxing Camp, berbeda dengan dirinya yang berlatih secara mandiri.
Baca juga: LUDUS Gelar Taekwondo Open Championship 2025
Namun tak disangka, Dewandaru dinyatakan sebagai pemenang dalam pertarungan perdananya. Seusai turun dari ring, Dewandaru tak kuasa menahan tangis haru sembari memeluk sang ibunda.
“Saya sudah mempersiapkan lama buat event ini, dan latihan keras. Saya ikhtiar maksimal lalu saya serahkan ke Allah,” ujar petarung berusia 17 tahun ini.
Kahf Fight adalah permulaan dari mimpi panjang Dewandaru. Dia bercita-cita ingin menjadi petinju profesional yang mengharumkan merah putih di kancah dunia.
“Saya mau jadi juara dunia. Saya mau ambl belt WBO, WBC, WBA pokoknya sabuk-sabuk dunia dan saya bisa mewakili Indonesia,” tandasnya.

Farrel Hauzan Muafa bersama teman-temannya memamerkan medali dan sertifikat pemenang. Foto/Ilham Sigit Pratama/LUDUS.id
Sementara itu, sang penampil utama, Farrel Hauzan Muafa berhasil menumbangkan lawan yang berpostur lebih besar darinya, Martin Kale. Pria yang merupakan influencer tinju ini mengungkap bahwa dirinya memiliki strategi meskipun persiapannya terbilang minim.
“Kebetulan sudah dua bulan kagak latihan dan bertanding. Jujur persiapan cuma seminggu, lari buat mengumpulkan stamina. Bersyukur banget bisa menang di pertarungan ini karena punya strategi,” kata Farrel.
Pengalaman Farrel di dunia tinju tidak patut dipandang sebelah mata. Petarung berusia 21 tahun ini sudah aktif mengecap asam garam pertarungan, bahkan menjadi penampil utama di beberapa ajang sebelumnya. Sebut saja KPJ Call Out Boxing dan Phoenix Combat.
Baca juga: 5 Atlet Muda SH Terate Perkuat Kontingen Indonesia di ASEAN School Games 2025
Selain aktif di ring, Farrel juga merupakan content creator tinju di Instagram miliknya, @frrlhm. Tak ayal petarung yang dijuluki Twinnie ini kembali dipercaya sebagai penampil utama.
“Saya lebih suka event ini. Jujur karena yang pertama, semua orang bisa nonton tanpa harus bayar, karena belum tentu setiap orang suka boxing. Kalau ada kesempatan mau ikut di Kahf Fight Season 2,” kata Farrel terkait kesannya pada ajang Kahf Fight. (*)

Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama. Dapatkan harga lebih murah, transaksi yang aman, dan pengiriman cepat.
Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial).
APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?
MULAI BAGIKAN
Response (0)
Login untuk berkomentar
Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.
No comments yet. Be the first to comment!





