Hasil BWF World Championships 2025 28 Agustus: Semua Ganda Putra Gugur, Indonesia Bertumpu pada Jojo, Putri KW, dan Ana/Tiwi
Ludus01


LUDUS - Hari Kamis, 28 Agustus, menjadi semacam babak ujian bagi bulu tangkis Indonesia. Dari sembilan wakil yang tampil di babak 16 besar BWF BWF World Championships 2025, hanya tiga yang masih bisa menegakkan kepala, sisanya gugur satu per satu, termasuk irisan paling menyakitkan: seluruh ganda putra tersapu habis.

Foto/PBSI
Di tengah hasil getir itu, sorotan kini mengerucut. Harapan hanya bertumpu pada tiga nama: Jonatan Christie di tunggal putra, Putri Kusuma Wardani di tunggal putri, dan pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi.

Foto/PBSI
Putri KW membuka cerita manis di sektor tunggal putri. Dengan permainan agresif, ia menekuk Tomoka Miyazaki (Jepang) dua gim langsung 21-12, 21-11. Laga itu seakan jadi panggung pembuktian bahwa generasi baru tunggal putri Indonesia bisa melangkah lebih jauh. Namun, kabar baik dari Putri tak bisa ditularkan oleh rekan seniornya, Gregoria Mariska Tunjung. Bertemu Sim Yu Jin (Korea Selatan), Gregoria terjerat pola reli panjang dan harus menyerah 15-21, 18-21.

Foto/PBSI
Di tunggal putra, Jonatan Christie atau Jojo memperlihatkan kedewasaan taktik. Jojo yang kini jadi tumpuan utama Indonesia sukses menyingkirkan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong) 21-19, 21-9. Kemenangan yang solid, menjadi satu-satunya senyum dari sektor putra setelah Alwi Farhan terhenti dramatis. Pemuda 18 tahun itu memberi perlawanan heroik pada unggulan tiga Kunlavut Vitidsarn (Thailand), sebelum akhirnya tumbang tipis 18-21, 21-18, 20-22.

Sektor ganda menjadi ironi terbesar. Indonesia selalu dikenal sebagai “rumah ganda putra”, namun justru semuanya runtuh.
Fajar Alfian/Rian Ardianto, unggulan empat, sudah membuka harapan setelah merebut gim pertama lawan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Tetapi setelahnya, performa mereka merosot, kalah 21-13, 11-21, 17-21. Kekalahan serupa menimpa Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Pasangan juara All England 2023 itu tak kuasa menahan gempuran pasangan nomor satu dunia, Kim Won Hoo/Seo Seung Jae (Korea Selatan), kalah 17-21, 21-9, 4-21.

Foto/PBSI
Ganda campuran juga tak memberi kabar gembira. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta sempat menggebrak dengan memenangkan gim pertama lawan unggulan empat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Tapi keberanian mereka tak cukup untuk menutup laga. Skor akhir 21-14, 19-21, 17-21 memaksa mereka pulang lebih cepat.
Sisa harapan justru datang dari ganda putri. Febriana Dwipuji/Amallia Cahaya membuat kejutan dengan menumbangkan pasangan tangguh Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, dua gim langsung 21-16, 21-15. Kemenangan ini menjadi oase di tengah padang kekalahan. Namun, pasangan lain, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Ramadhanti, tidak sanggup membendung gempuran unggulan dua Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Mereka menyerah cepat 12-21, 11-21.

Foto/PBSI
-- Putri Kusuma Wardani --
"Saya bermain tadi sudah menjaga bola-bola serangan-serangan nya, terutama bola cross nya dengan footwork yang lebih aktif. Posisi Tomoka di game pertama menang angin, jadi dia banyak out-out sendiri juga.
Game kedua, saya lebih sering nurunin bola untuk menyerang dan depannya juga agak manjangin dikit untuk menghindari adu net. Tomoka sebenarnya game kedua sebenarnya banyak ngajak main rally juga, cuman pukulannya memang hari ini tidak terlalu save.
Ini adalah Quarter Final pertama saya untuk Kejuaraan Dunia, semoga saya bisa lakukan yang terbaik lagi besok. Saya juga merasa progress saya semakin membaik ketika melawan pemain top dunia, semoga besok siapapun lawan saya, saya mau mencoba membuktikan kalo saya bisa."

Foto/PBSI
-- Gregoria Mariska Tunjung --
"Yang pertama saya mengucap syukur karena saya bisa melewati pertandingan dengan baik tanpa gangguan apapun. Yang sangat disayangkan tadi di game pertama, lawan terlalu gampang untuk bisa menang. Di awal game saya sempat unggul dua sampai tiga poin, setelah interval lawan sangat baik untuk antisipasi dan baca bola saya. Jadi disitu saya banyak ragu dan mati-mati sendiri.
Game kedua saya juga sempat ketinggalan jauh dan sudah coba menyusul sampai dengan 18-19, disitu saya kurang melakukan inisiatif yang aman, jadi malah melakukan kesalahan terakhir. Lawan juga berani spekulasi di poin-poin akhir di posisi menang angin itu juga membuat saya kesulitan melakukan defence."

Foto/PBSI
-- Jonatan Christie --
"Hari ini bermain ada cemas-cemas sedikit karena dari empat turnamen kemarin selalu terhenti di babak 16 besar tapi puji Tuhan nya bisa keluar dari tekanan itu, pikiran itu dan enjoy nya mulai di game kedua.
Hari ini Lee banyak gunain drop shot nya tapi pas bisa saya defence, dia mulai banyak nyerang itu malah enak buat saya karena bola disini kalo mau nyerang harus pas touch nya. Jadi semakin buru-buru mau nyerang semakin dia banyak melakukan kesalahan sendiri. Kedepannya yang perlu terus diperbaiki ya fokus dan ketenangan untuk membaca setiap situasi yang terjadi di lapangan."

Foto/PBSI
-- Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu --
"Puji Tuhan bersyukur pastinya, tidak ada cedera, walaupun kami tidak bisa menang dan melangkah ke babak selanjutnya tapi kami bersyukur kami bisa tampil lebih baik dari kemarin dan ada perkembangan permainan dibandingkan pertemuan sebelumnya dan pertemuan ini tentunya akan menjadi evaluasi kami ke depannya.
Game kedua sudah tertinggal jauh, kami berusaha untuk mengejar ketertinggalan dan ngga mau nyerah dan di poin 19-20 itu saya spekulasi dengan service flick tapi karena menang angin jadi out. Ya itu pelajaran berharga buat saya untuk saya tidak melakukannya lagi."
-- Jafar Hidayatullah --
"Kami sangat bersyukur untuk penampilan hari ini bisa mengeluarkan kemampuan kami dan kami ada peluang juga sebenarnya untuk bisa menang.
Untuk game ketiga kami harusnya lebih cepat membaca permainan lawan dan merubah strategi kami, tapi itu yang masih kadang-kadang terlambat."

Foto/PBSI
-- Febriana Dwipuji Kusuma --
"Game kedua sebenarnya mereka menang angin tetapi mereka sengaja bolanya ditanggungin terus baru balik serang, nah pas bola tanggung itu kita nafsu banyak smash dan malah sering mati-mati sendiri. Akhirnya kita lebih banyak nurunin bola dengan arah yang lebih nyusahin lawan daripada full smash."
-- Amallia Cahaya Pratiwi --
"Kita benar- benar menyiapkan mau main seperti apa, di game pertama kita menang angin kita usahakan nyerang dulu tapi ngga buru - buru, ngelihat moment yang pas, jadi mainnya lebih efisien. Ke depannya kita sudah tidak ber partner lagi tetapi kemenangan ini membuktikan bahwa kami secara individual mempunyai kualitas yang mampu mengimbangi pemain top dunia."

Foto/PBSI
-- Alwi Farhan --
"Alhamdulilah bisa menjalani pertandingan dengan baik dan tanpa cedera, sangat disayangkan di akhir - akhir game banyak melakukan kesalahan yang tidak perlu karena rasa ingin menang saya yang tinggi sehingga saya tidak bisa mengendalikan diri dan situasi. Kunlavut juga sudah bisa membaca perubahan permainan saya di poin-poin kritis tadi.
Kalo strategi dan permainan hari ini berjalan baik, kita sama-sama tau kelebihan dan kelemahan masing-masing, tapi ya hari ini harinya Kunlavut dan ini pengalaman yang baik untuk saya walaupun pahit, sakit saya harus terima dan saya akan banyak belajar dan tetap semangat."

Foto/PBSI
-- Lanny Tria Mayasari --
"Kita sangat kesulitan beradaptasi dengan lapangan dari awal game dan terus menerus melakukan kesalahan sendiri dan otomatis ngga bisa menjalankan pola permainan kita sama sekali. Berbagai cara sudah kita coba, tapi kita tetap tidak bisa menetralisir permainan kami."
-- Siti Fadia Silva Ramadhanti --
"Hari ini kita tidak bisa mengeluarkan permainan kita sama sekali, dari awal game kita sudah terus menerus melakukan kesalahan sendiri, jadi kita tidak bisa mengeluarkan permainan kita hari ini. Habis ini kita sudah ngga partner an lagi, ya tentunya kita harus tetap semangat terus dengan siapapun kita dipasangkan."

Foto/PBSI
-- Fajar Alfian --
"Di game pertama kami bermain sangat enjoy dan sangat enak sekali dalam hal menyerang dan juga menutup bola-bola depan. Game kedua, di posisi kalah angin kami tidak dapat melakukan hal yang sama lagi, defence kami banyak tembus karena variasi smash dan cegatan-cegatan mereka juga bagus hari ini."
-- Rian Ardianto --
"Game ketiga kami sudah kembali bisa menerapkan pola permainan kami seperti halnya di game pertama hingga memimpin 11-8 tetapi ketika berpindah tempat, kita tetap coba menekan mereka, tetapi mereka memang lebih ulet hari ini dan ngga gampang mati dan juga punya variasi servicenya yang tidak mudah diantisipasi."

Foto/PBSI
-- Leo Rolly Carnando --
"Game pertama semuanya berjalan ok sampai sampai kekejar di angka 15 itu, habis itu pikiran saya jadi goyang, touch pukulan saya jadi ngga enak dari segala apapun, mau dari pukulan atas, drive nya kayak jadi hilang gitu. Ngga pernah terjadi juga sih yang seperti ini. Jadi saya sebagai playmaker hari ini tidak bisa menjalankan tugas saya dengan baik, itu yang membuat permainan kita jadi berantakan di game kedua dan ketiga."

Foto/PBSI
Hasil 28 Agustus adalah potret kontras: sembilan wakil bertanding, enam gugur, tiga bertahan. Ironi terbesarnya, ganda putra yang selalu jadi ikon bulu tangkis Indonesia kini nihil di babak berikutnya.
Maka, semua mata kini tertuju pada tiga nama yang masih berdiri: Jonatan Christie, Putri KW, dan Febriana/Amallia. Di pundak mereka, beban sekaligus peluang itu bertumpu. Selebihnya, publik bulu tangkis Indonesia hanya bisa berdoa: semoga dari sisa tiga itu, lahir cerita kemenangan yang bisa menutup luka. (**)

Foto/PBSI
29 Agustus: Jadwal Pertandingan BWF World Championships 2025 Tim Indonesia
- QF – Match 5 Tunggal Putri
- Putri Kusuma Wardani [9] (Indonesia)
vs Pusarla [15] (India)
- Putri Kusuma Wardani [9] (Indonesia)
- QF – Match 7 Tunggal Putra
- Jonatan Christie [5] (Indonesia)
vs Kunlavut Vitidsarn [3] (Thailand)
- Jonatan Christie [5] (Indonesia)
- QF– Match 8 Ganda Putri
- Febriana D. Kusuma [10]/Amallia Cahaya Pratiwo (Indonesia)
vs R. Iwanaga/K.Nakanishi (Jepang). (**)
- Febriana D. Kusuma [10]/Amallia Cahaya Pratiwo (Indonesia)
APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?
MULAI BAGIKAN
Response (0)
Login untuk berkomentar
Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.
No comments yet. Be the first to comment!