Sean Gelael dan Paradine Competition 991: Awal Manis di Latihan, Bidik Podium 3 Hours of Nurburgring

Ludus01

LUDUS - Nurburgring selalu punya cara untuk menguji nyali. Trek sepanjang 5,1 kilometer ini bukan sekadar lintasan; ia adalah mitos. Dijuluki Green Hell, neraka hijau, oleh Jackie Stewart, sirkuit di pegunungan Eifel ini tak pernah ramah bagi siapa pun. Setiap tikungan menyimpan cerita, setiap lap adalah pertaruhan. Dan pada akhir Agustus ini, tim Paradine Competition 991 menapaki jalannya dengan harapan podium di ajang 3 Hours of Nurburgring.

Sabtu menjadi panggung awal. Dua sesi latihan dijalani: Free Practice dan Pre-Qualifying. Dari balik paddock, strategi sudah disusun: bukan sekadar melaju, tapi memastikan setiap pebalap merasakan ritme yang berbeda. Darren Leung diberi waktu lebih banyak di Free Practice berdurasi dua jam, ia perlu membiasakan diri untuk simulasi balapan panjang. Sean Gelael punya misi menjaga konsistensi, membangun tempo lap demi lap. Dan Harper, sang penyerang, diberi mandat untuk berburu waktu tercepat layaknya kualifikasi.

Hasilnya meyakinkan. Harper mencatat 1:55.581, cukup untuk menempatkan Paradine Competition di posisi teratas, P1 kelas Bronze Cup. Catatan itu bukan hanya angka; ia menjadi simbol bahwa tim ini bisa menatap race dengan optimisme.

Namun seperti hukum tak tertulis di Nurburgring, setiap harapan selalu datang dengan ujian. Di sesi Pre-Qualifying, giliran Sean Gelael yang mengambil alih. Tugasnya jelas: simulasi kualifikasi, sebuah latihan penting karena regulasi GT World Challenge Europe (GTWCE) mengharuskan tiga pebalap turun bergantian sebelum hasil rata-rata menentukan posisi start. Sean membukukan 1:55.974, membawa tim ke P4. Angka itu mungkin terlihat turun, tapi konteksnya berbicara lain, sesi terhenti prematur akibat insiden, membuat kesempatan membaikkan waktu pupus begitu saja.

Tetap saja, bekal ini cukup berharga. Di depan, sudah menanti dua Audi tangguh milik Sainteloc Racing 25 (P1) dan Tressor Attempto Racing 66 (P3), serta Porsche Lionspeed GP 80 (P2). Persaingan perebutan posisi start tak akan mudah. Tapi justru di situlah getaran balap endurance terasa: segalanya bisa terjadi, dan jarak sekian detik bisa berubah menjadi jam penuh strategi.

Ada satu hal yang membuat tekanan semakin nyata: GTWCE menggelar kualifikasi dan race di hari yang sama. Energi dan fokus harus terbagi sempurna.

“Berdasarkan hasil latihan, kami merasa siap untuk tampil maksimal di babak kualifikasi dan race,” ujar Dan Harper, mantap.

Dan akhirnya, puncak cerita pun tiba. Minggu (31/8) pukul 20.00 WIB, ketika lampu hijau menyala, dunia bisa menyaksikan langsung duel ini lewat livestreaming di kanal YouTube @GTWorld. Porsche nomor 991, dengan Sean Gelael di balik kemudi.

Nurburgring mungkin dikenal sebagai neraka hijau. Tapi bagi Paradine Competition 991, ia bisa saja berubah menjadi surga podium.

APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?

MULAI BAGIKAN

Response (0)

Login untuk berkomentar

Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.

No comments yet. Be the first to comment!